Rekor Dunia dari Indonesia

Penemu Indonesia

Sejarah Indonesia

Recent Posts

Nama Unik Peserta Ujian CPNS 2017

Add Comment
Nama Unik Peserta Ujian CPNS 2017 - Akun Twitter Badan Kepegawaian Negara (BKN), @BKNgoid, mengunggah identitas seorang peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)Computer Assisted Test (CAT) Calon Pegawan Negeri Sipil (CPNS) ke publik.

Bukan karena peserta ini bermasalah atau apa pun, tapi karena peserta ini memiliki nama lengkap yang unik.

Nama Unik Peserta Ujian CPNS 2017

Nama Unik Peserta Ujian CPNS 2017
Nama Unik Peserta Ujian CPNS 2017

Bahkan postingan itu juga dimention ke akun Twitter Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia.

Diawali dengan hashtag 'SobatBKN', unggahan tersebut diberi judul seperti ini:
"#SobatBKN, Peserta SKD CAT-BKN CPNS @Kemenkumham_RI memiliki nama Wahhh. PRIA INDONESIA."

Di dalam unggahan itu, diketahui bahwa peserta ujian CPNS 2017 tersebut bernama lengkap 'Pria Indonesia' yang mengikuti ujian di kantor wilayah Kemenkumham Sumatra Barat dengan kualifikasi pendidikan SLTA dan formasi jabatan sebagai Penjaga Tahanan.
Foto peserta yang diunggah pada, Jumat (29/9/2017) tersebut pun dikomentari beragam oleh warganet.

Ada banyak warganet yang memuji ada pula warganet yang tidak percaya hingga memeriksa kebenaran nama peserta CPNS tersebut sendiri.
Serta banyak pula warganet melihat bahwa nama peserta CPNS tersebut begitu nasionalis dan cinta tanah air.

Namun ada pula warganet yang malah bercanda untuk menambahkan nama kepanjangan peserta tersebut, mengganti nama apabila sudah diterima sebagai PNS dan juga nama anaknya nanti.
Berikut komentar warganet:
Armil La Ode‏: nasionalisme bangat namanya!!
RERES‏: Saya sampe beneran ngecek sendiri min, dan pria indonesia itu nyata min
Meri S Maryam‏: orang tua nya benar2 memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. proud !!!
wenny_kusumadewi‏: Kalo lulus ntar ganti nama jadi "pria idaman" mas
Syeikhan‏: Punya selera gak nih?
Nurul Yeollipop‏: Kirain jenis kelamin, ternyata benar namanya
Humala Sipahutar‏: Nama anak nya "anak indonesia."
Fareeq.ibrahim‏: RI BANGET..MERDEKA
Wulanpee: Namanya menunjukkan jati diri (Hanya di Indonesia)

Tradisi Seba Orang Baduy

Add Comment
Tradisi Seba Orang Baduy - Seba Baduy atau tradisi warga Baduy mendatangi Bapak Gede (kepala daerah) dengan berjalan kaki ratusan kilometer dilakukan hari ini. Ribuan warga baik dari suku Baduy Dalam maupun Baduy Luar mulai berangkat dari Kanekes, Lebak.

Tradisi Seba Orang Baduy

Tradisi Seba Orang Baduy

Rencananya, ritual perjalanan ini akan menemui 3 bupati dan Gubernur Banten. Pertama, warga Baduy akan mendatangi Bupati Lebak. Di sana nanti akan ada pertemuan atau dalam bahasa Baduy disebut Seba.

Setelah itu, mereka akan ke Kabupaten Pandeglang dan langsung dilanjutkan ke ibu kota provinsi di Serang. Malam puncak Seba akan dilakukan di gedung Pendopo Gubernur Banten.

okoh dari suku Baduy Dalam Ayah Mursyid mengatakan tradisi Seba merupakan tradisi wajib tahunan yang harus dilaksanakan setiap tahun. Waktu Seba dalam pertanggalan adat Baduy dilakukan di bulan Safar dan biasanya di bawah tanggal 10.

Seba tahun ini berdasarkan pertanggalan bulan Safar di Baduy masuk pada tanggal 3 di bulan Safar. Dan ritual Seba adalah rangkaian wajib setelah rangkaian adat Kawalu, Ngalaksa, dan terakhir Seba.

"Tugas ritual Seba setiap tahun wajib karena satu rangkaian adat ada Kawalu, Ngalaksa, terakhir Seba," kata Ayah Mursyid.

Ayah Mursyid - Tokoh Baduy


Ayah Mursyid menambahkan karena Seba adalah wajib dan amanat leluhur, maka pelaksanaan tidak bisa ditunda atau dipisahkan. Tradisinya pun memiliki makna batiniah sebagai menjunjung tinggi amanat leluhur. Dan secara lahiriah adalah datang kepada pemerintah.

"Di situlah menjelaskan kepada leluhur, yang ke depan, yang ditinggalkan itulah disampaikan. Kondisi alam lingkungan dengan segala perjalanan perlu dijelaskan terkait kebutuhan masyarakat, tentang alam, bumi, hukum hal berkaitan dengan amanah di situ bisanya," ujarnya.

Sedangkan Seba ke pihak pemerintah sendiri, warga adat Baduy nanti akan menyampaikan mengenai kondisi masyarakat adat. "Seba untuk temu wicara, mana-mana perlu disampaikan nanti sesuai dengan apa yang disepakatkan, kondisi masa depan adat Baduy itu di forum Seba," paparnya lagi.

Khusus untuk warga Baduy Dalam, aturan adat melarang mereka untuk mengendarai kendaraan. Oleh karena itu, setiap adat tradisi tahunan Seba dilakukan dengan berjalan kaki dari kampung-kampung Baduy Dalam di dalam hutan.

Dari pantauan referensianadotcpm warga Baduy Dalam memulai perjalanan ratusan kilometer dari perkampungan Baduy Luar pada pukul 05.00 WIB. Mereka sebelumnya menginap di rumah Jaro Saija yang disebut sebagai Jaro Pamarentah atau seseorang yang bertugas sebagai penghubung masyarakat adat Baduy dengan pemerintah resmi.

(Hanya di Indonesia)

KH Masjkur, Menteri Agama dan panglima Laskar Sabilillah asal Malang

Add Comment
KH Masjkur, Menteri Agama dan panglima Laskar Sabilillah asal Malang - KH Masjkur merupakan arek Malang yang setia menjadi pembela bagi agama Islam dan negara Republik Indonesia.

Sebagai salah satu kota yang identik dengan pemberontakan dan melahirkan banyak pejuang, di era revolusi fisik, Malang juga memiliki seorang pahlawan nasional yang patut dikenang. Tidak hanya membantu Indonesia lepas dari cengkeraman asing, tokoh yang satu ini juga pernah mengemban amanah sebagai Menteri Agama Republik Indonesia. Tokoh yang dimaksud ini adalah KH Masjkur yang lahir di Singosari Malang dan turut mendirikan pesantren di daerah itu.

Pada masa kecilnya, Maskjur muda sudah diajak orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci pada umur 9 tahun. Kembalinya dari tanah suci, Maskjur kemudian disekolahkan di Pondok Pesantren Bungkuk, pimpinan KH Thohir. Selanjutnya dia melanjutkan pendidikan di Pesantren Sono, Buduran, Sidoarjo.



Di masa mudanya, KH Masjkur telah berkelana ke berbagai pesantren dan ulama pada masa itu seperti berguru ilmu hadist dan tafsir dari KH Hasyim Asy’ari di Tebu Ireng Jombang, serta pada kiai Kholil di Bangkalan Madura. Selain itu dia juga sempat belajar di Madrasah Mamba'ul Ulum, Jamsaren, Solo, Pesantren Siwalan Panci, dan Pesantren Ngamplang, Garut.

Selepas menimba ilmu di berbagai pesantren, KH Masjkur kembali ke Singosari dan membuka pesantren yang diberi nama Misbahul Wathan pada tahun 1923. Pada tahun yang sama pula, KH Masjkur menikah dengan cucu dari gurunya, KH Thohir di pesantren Bungkuk. KH Masjkur juga turut aktif pada pendirian Nahdlatul Ulama dan menjadi ketua cabang NU kota Malang pada tahun 1932.

Pada masa-masa awal saat aktif di NU ini KH Masjkur atas saran dari KH Wahab Chasbullah dia mengubah nama pesantrennya menjadi Nahdlatul Wathan yang berarti kebangkitan tanah air. Pada tahun 1938, KH Masjkur diangkat sebagai salah satu Pengurus Besar NU yang berpusat di Surabaya.

Karier militer KH Masjkur bermula ketika pada zaman Jepang dia ditunjuk menjadi utusan Karesidenan Malang untuk mengikuti latihan kemiliteran di Bogor yang kemudian disusul dengan latihan khusus bagi ulama. Pada saat itu, KH Masjkur menjado komando Laskar Sabilillah yang merupakan jaringan pejuang pesantren untuk merebut kemerdekaan.

Pada masa itu, laskar Sabilillah berkoordinasi dengan laskar Hizbullah yang memiliki tujuan yang sama untuk merebut kemerdekaan. Peranan dari kedua laskar ini sangat penting dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan terutama ketika meletus perlawanan di Surabaya pada november 1945. Dalam pertempuran tersebut, KH Masjkur dengan gigih berjuang dan menjadi komandan dari berbagai laskar untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia.

Selain sebagai panglima laskar, KH Masjkur juga sempat menyandang sebuah jabatan yang cukup tinggi di pemerintahan. Dia sempat empat kali menjadi Menteri Agama secara berturut-turut pada Kabinet Amir Syarifuddin (1947), Kabinet Presidenssil Moh. Hatta (1948), Kabinet VII Negara RI, Kabinet Darurat dan Komisariat PDRI (1949), Kabinet Hatta (1949) dan Kabinet Peralihan RI.

Sempat mundur dari posisi Menteri Agama akibat sakit yang dideritanya saat gerilya, namun pada masa kabinet Ali (1953-1955), KH Masjkur kembali ke jabatan tersebut. Uniknya, walau ketika itu menjabat sebagai menteri namun KH Masjkur juga beberapa kali tetap ikut membantu dan ikut bergerilya bersama pejuang lainnya.

Selain sebagai panglima Laskar Sabilillah dan Menteri Agama, KH Maskjur pernah menduduki berbagai posisi penting lainnya yaitu Ketua Dewan Presidium Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, anggota Syou Sangkai (DPRD) pada masa pendudukan Jepang, anggota PPKI dan konstituate yang merumuskan dasar negara. Pada periode 1978-1983, KH Masjkur juga sempat menjadi Wakil Ketua DPD RI.

Pada tahun 1992, KH Masjkur menghembuskan napas terakhir. Beliau dimakamkan di kompleks pemakanan yang terletak di Masjid Bungkuk, Singosari Malang. Sepanjang hidupnya, KH Masjkur telah menjadi teladan bagi banyak arek Malang untuk menjadi pejuang agama sekaligus pelindung dari negara Indonesia ini.
(Hanya di Indonesia)

Selecta, Tempat Liburan Para Tuan dan Nyonya Belanda

Add Comment
Selecta, Tempat Liburan Para Tuan dan Nyonya Belanda - Sejak awal didirikan, Malang sebenarnya telah diplot sebagai sebuah kota peristirahatan yang nyaman pada Hindia Belanda. Namun rupanya karena pertumbuhan perkebunan dan pertanian yang ada di wilayah sekitarnya, kota Malang semakin tumbuh cepat pada sekitar dekade 1910 dan 1920-an. Kota yang pada mulanya direncanakan sebagai peristirahatan ternyata berubah semakin besar dan padat penduduk.

Pada saat itu, kota peristirahatan yang sebelumnya di Malang mulai bergeser ke arah barat tepatnya di kota Batu saat ini. Udaranya yang cukup dingin serta bentang alamnya yang unik dan dikepung oleh gunung-gunung membuat Batu mendapat julukan sebagai De kleine Switzerland atau Swiss kecil.



Di Batu sendiri, tempat wisata yang sudah cukup berumur dan dibangun oleh dan pada masa pendudukan Belanda adalah taman rekreasi Selecta yang terletak di desa Tulungrejo, kecamatan Bumiaji. Lokasinya yang indah dan sejuk menjadikan tempat rekreasi yang sudah memiliki usia puluhan tahun ini sudah menjadi idola sejak zaman dahulu.

Selecta sendiri didirikan oleh seorang warga Belanda bernama De reyter De Wild pada tahun 1928. Bangunan lama di Selecta ini saat ini masih terlihat di beberapa bagian di kolam renang serta pada beberapa wisma peristirahatan serta kantor yang terletak di wilayah tersebut.

Pada awal didirikan, tempat ini sesungguhnya merupakan hotel yang dilengkapi oleh kolam renang dan taman. Awalnya nama yang digunakan adalah Selectie yang memiliki arti pilihan. Lambat laun, nama Selectie ini kemudian berubah menjadi Selecta seperti yang kita kenal saat ini.

Bangunan di Selecta ini sempat berpindah kepemilikikan selama beberapa kali. Pada masa pendudukan Jepang, hotel Selecta sempat dikelola oleh warga negara Jepang bernama Hashiguchi. Selanjutnya tempat ini juga sempat dihancurkan pada masa revolusi fisik karena dianggap sebagai milik Belanda. Namun pada sekitar 1950, Selecta mulai dibangun kembali oleh masyarakat sekitar dan tetap terjaga hingga saat ini.

Setelah dibangun ulang, pada tahun 1954, Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pernah berkunjung dan menginap di Selecta. Waktu itu Bung Karno menginap di salah satu villa yang berada di sana yang bernama Villa De Brandarice yang kemudian berganti nama menjadi Villa Bima Sakti.

Udara yang segar serta suhu air yang membuat tubuh menggigil merupakan daya tarik yang dimiliki Selecta. Tidak heran jika sejak masa lalu hingga kini setiap liburan tiba tempat ini seakan tidak pernah sepi dan absen dari pengunjung. Baik yang menginap, bermain, ataupun berfoto di taman bunganya yang tak kalah terkenalnya.

Menuju Selecta juga dapat dikatakan cukup mudah karena akses jalan yang bagus serta adanya angkutan umum. Dari alun-alun kota Batu sendiri, Selecta hanya berjarak enam kilometer di sebelah utara. Di sepanjang jalan di Selecta kita juga akan disambut jajaran bungan yang indah serta hawa yang sejuk.(Hanya di Indonesia)